7 Trik Restoran yang Bikin Perut Kamu Makin Buncit

Benar, bila memertahankan diet saat kamu berada di restoran sangat sulit. Tekad yang kuat kadang tidak cukup berhasil meredam godaan –terutama ketika restoran dengan sengaja menjatuhkan kamu ke dalam ‘dosa’ dengan berbagai trik yang membuat perut kamu malah semakin buncit. Percayalah, ada banyak restoran memakai trik yang tidak kentara agar kamu makan lebih banyak, dan tentunya, menghabiskan uang lebih banyak. Cara menghindari trik tersebut ketika kamu keluar makan malam nanti adalah dengan mengetahuinya. Apa saja? Silakan simak dalam artikel ini.

  • Gambar yang menarik.

Ketika kamu menginginkan hidangan laut. Namun, setelah membaca menu, tiba-tiba berubah selera ketika melihat bagian burger di kertas menu. Kenapa? Ini alasannya: Gambar makanan yang ditambahkan dengan elemen desain dapat membuat kamu lebih tertarik untuk mencobanya, menurut sebuah kajian terbaru dari Cornell University. Hati-hati dengan bentuk huruf, warna, kotak dan ikon menarik yang menuntun mata kamu ke makanan-makanan tertentu.

  • Menu andalan restoran.

Pelabelan seperti “Menu andalan” atau “Rekomendasi Chef” dapat membuat kamu menganggap bahwa makanan tersebut layak dicoba. Dan, pada akhirnya membuat kamu cenderung untuk memesannya –tidak peduli seberapa tidak sehatnya makanan tersebut. Menurut sebuah kajian dari Cornell University, label itu membuat otak kamu tidak lagi peduli, karena kamu telah menaruh kepercayaan pada label tersebut. Benarkah?

  • Deskripsi makanan yang muluk-muluk.

‘Rasanya meledak-ledak di lidah’ dan ‘Pedas juara yang bikin ngiler’. Pernah baca deskripsi seperti ini? “Restoran mendeskripsikan makanan mereka agar kamu tertarik untuk memesannya,” ujar Brian Wansink, Ph.D., seorang profesor dalam bidang pemasaran di Cornell University. Tidak salah, sih. Namun, Apakah kamu menyadarinya atau tidak, bahwa untuk tergoda menjadi meningkat: Orang-orang 27 persen lebih mungkin memesan sebuah menu jika makanan tersebut dideskripsikan dengan kata- kata yang terdengar lezat.

  • Susunan menu.

Perhatikan: restoran meletakkan makanan pembuka dan hidangan utama lebih dekat di bagian atas menu. Dan, kamu kemungkinan akan cenderung memesan menu dari atas, karena itu yang dilihat pertama. Bahkan jika kamu tidak memilih hal yang pertama dilihat, desain tersebut dapat memengaruhi pesanan kamu.

  • Kamu bakal hindari label makanan ‘sehat’.

Ketika makanan dilabeli “rendah kalori” atau “bebas lemak” di menu, itu bisa membuat kamu mengurungkan diri untuk mencobanya. Otak kita beranggapan bahwa makanan seperti itu akan terasa hambar. Jangan perhatikan labelnya tapi komponen makanan tersebut. Jika bahan-bahannya terdengar lezat, maka mungkin makanannya juga lezat.

  • Roti gratis.

Ketika pramusaji membawa sekeranjang roti ke meja lamu, itu merupakan tipuan ganda: kamu lebih mungkin untuk melahapnya dibandingkan menolaknya, dan kemungkinan akan makan lebih banyak hidangan utama. Orang-orang yang mengonsumsi roti di keranjang tersebut makan kalori 16 persen lebih banyak di hidangan utama mereka dibandingkan orang yang mengonsumsi hidangan pembuka kaya protein, menurut sebuah studi yang dipublikasikan di Phsiology & Behavior.

  • Iklan yang tidak dapat dihindari.

Sangat mudah untuk menghindari iklan jika kamu berlangganan TV kabel tanpa iklan. Namun, bagaimana kamu melewati papan reklame saat dalam perjalanan ke kantor tanpa tergoda pada makanan yang ditawarkan? Sebuah studi UCLA pada 2017 lalu menemukan bahwa wilayah dengan lebih banyak papan reklame yang menayangkan iklan makanan cepat saji dan minuman ringan cenderung memiliki lebih banyak penduduk yang obesitas. Sangat sulit menghindari papan iklan karena kita selalu menemukannya. Selain televisi, kebanyakan perusahaan makanan cepat saji menghabiskan dana iklan untuk papan reklame, iklan di bus, dan ruang publik lainnya dibandingkan perusahaan media, menurut Yale Rudd Center for Food Policy & Obesity.

  • Aroma palsu.

Ini masalahnya: restoran tahu bahwa beberapa aroma dapat meningkatkan selera makan dan mereka memanfaatkan ini. Bahkan ada perusahaan sungguhan yang didedikasikan untuk membantu restoran dalam masalah aroma. ScentAir, salah satu perusahaan tersebut, berhasil meniru aroma waffle, popcorn, roti kayu manis, dan bahkan hamburger panggang. Restoran bahkan akan menggunakan aroma buatan untuk mengganti aroma asli dari suatu makanan atau memperkuat aroma tersebut. ScentAir menyediakan aroma pai apel untuk McDonald’s, sehingga kamu tidak lupa untuk memesan makanan penutup. Jadi, sekarang kamu sudah mengerti cara menghindarinya untuk mempertahankan gaya hidup sehat sehingga tidak membuat perut anda buncit, kan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *